Pada suatu hari, sahabat saya yang bernama Sigit berkata, ”motivator itu ibarat layang-layang yang terbangnya berlawanan dengan arah angin. Pola pikirnya berbeda dengan kebanyakan orang.” Dalam hati saya berucap,”Saya mengagumi Tuhan yang menciptakan dan memberikan anugerah pada mereka sebuah hati yang begitu bening.” Beda halnya dengan teman saya Vans yang kurang menyukai motivasi. Vans menganggap motivasi itu lebih cenderung memakai logika yang bisa membuat manusia memiliki kepercayaan diri yang berlebihan dengan apa yang telah dimilikinya. Padahal, Tuhan lah yang berkehendak. Menurut saya ada benarnya, kadang ada motivasi yang seperti itu. Motivasi yang terlalu berlebihan dan tanpa menekankan bahwa semua adalah peranan dan kehendak Tuhan akan membuat manusia menjadi sombong dan lupa siapa dirinya yang sebenarnya. Karena itu, segala macam bentuk motivasi alangkah lebih baik bila kita filter mengingat tidak semua pemikiran motivator dapat kita terima karena pemikiran mereka kadang juga kurang tepat. Namun, bagi saya motivasi sangatlah penting dan tanpa kita sadari kita seringkali berkomunikasi dengan motivator-motivator kita seperti keluarga, teman atau pasangan kita.
…………….. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (An Nisaa’ 36)
Baca entri selengkapnya »
