Qodir Muslim Blog’s

Sebuah Kreasi Tanpa Batas dalam dunia Maya

-Mendinginkan Hati Dengan Ikhlas –

Ditulis oleh rajuraz di/pada Mei 14, 2009


Assalamualaikum wr wb,
Semoga tulisan ini dapat mengingatkan diri saya dan saudara semua dan semoga disurga kita dipertemukan kembali Amin…

Ada sebuah cerita mengenai seorang perempuan yang ketika masih muda terkenal kaya raya. Anggap saja namanya mbah chelsea. Entahlah berapa usia nenek yang kini dirawat oleh adiknya itu. Keriputnya cukup tajam berlekuk dan daging tubuhnya melekat tipis pada tulang-tulangnya. Selain beliau lemah lantaran usia, beliau juga sakit pikiran karena anak angkatnya yang telah memanipulasi hartanya. Kalau saya pikir, selagi masih ada simpanan untuk hidup buat apa memikirkan harta yang lebih baik diikhlaskan saja, toh harta juga tidak akan dibawa mati. Anggap saja shodaqoh meski posisi beliau sebagai orang yang terdzolimi. Kalau ikhlas, Insya Allah kesabaran dan keikhlasannya membawa ganjaran kebaikan sebagai bekal amal untuk hidup yang ujungnya kita tak tahu. Ketika Allah mengambil sesuatu, Insya Allah… Ia akan memberikan ganti yang lebih baik.

”Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya).” (Yunus : 5)

Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (Al-Hadiid: 23)

Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. (Huud 9)

…………….Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (Al Maa’idah 6)

Ikhlas… 6 kata yang lebih mudah untuk diucapkan dan hanya Allah yang mengetahui apakah seseorang itu ikhlas atau tidak. Kadang kita tidak ikhlas dengan suatu keadaan, tidak ikhlas dengan sesuatu yang harus kita lepaskan, sesuatu yang harus pergi dari kita atau yang harus kita tinggalkan. Kenapa kita sulit ikhlas??? karena kita merasa memiliki, karena dalam suatu kondisi tertentu kita sudah egois dan karena kita merasa berhak. Bila percaya diri yang kita punya tidak wajar, hal itu bisa menyebabkan hati menjadi sombong. Padahal, Allah tidak menyukai orang yang sombong.

”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman : 18)

Terlupakah bahwa segala hal yang kita punya baik seseorang yang kita cintai, jabatan, harta, kerja keras, sahabat, bahkan orang-orang yang mengagumi kita adalah titipan Allah yang sewaktu-waktu bisa diambilNya dengan berbagai cara. Kita hanyalah seorang hamba, jadi terserah Allah memberikan ujian seperti apa. Percaya aja, sepahit apapun jalan hidup kita, itu merupakan ujian yang seharunya kita lalui dengan baik dan itu semua merupakan yang terbaik dimataNya untuk kita. Allah tidak pernah salah dan Allah lebih mengetahui daripada hambaNya. Allah lah yang berkuasa atas segala sesuatu. Semua pasti ada hikmah dan pelajaran bila kita mau berpikir.

Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah). (Al Mu’min 13)

……… Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An Nisaa’ 32)

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al Kahfi 7)

Dan jika Allah menimpakan kemudharotan kepadamu, maka itu tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia (sendiri) dan jika Dia menghendaki kebaikan kepadamu, maka kamu tidak dapat menolak karuniaNya. Dia lah yang memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dan pada hamba-hambaNya. Dan dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Yunus 107)

Ada orang yang bisa ikhlas dan kadang ada yang tidak bisa ikhlas, hal itu bukan karena besar atau kecilnya sesuatu yang harus diikhlaskan, namun kembali pada hati itu sendiri. Misalnya saja ketika kita kehilangan uang 100.000 kita bisa ikhlas, namun ketika kita kehilangan uang 50.000 kita tidak ikhlas dan terus mengeluh. Padahal, kalau kita ikhlas dan positive thinking dengan apa yang sebaiknya kita relakan, Insya Allah hidup akan nyaman dan pikiran bisa tenag karena tidak terlalu pusing dengan apa yang sudah digariskan TAK MENJADI MILIK KITA LAGI atau YANG HARUS TERLEPAS. Marilah kita bersyukur dengan yang sudah ada bukankah Allah sudah sangat baik pada kita. Ketika kita kehilangan harta, harta masih bisa dicari. Nah, bagaimana kalau kehilangan kaki, tangan atau bahkan mungkin nyawa??? Jangan putus asa dengan jalan seperti apa rizki datang pada kita. ALLAH KAN TIDAK TIDUR, ALLAH SANGATLAH ADIL DAN SANGAT SAYANG PADA HAMBANYA. Kalau kita terus doa dan ikhtiyar Insya Allah akan ada jalan. Seandainya keinginan kita belum terwujud, pasti ada hikmahnya. Insya Allah, usaha dan doa kita pasti dinilai oleh Allah. Jangan ragu dengan pertolongan Allah, Allah selalu bersama dengan mereka yang selalu berusaha untuk kebaikan. Nyamuk saja diberi rizki, apalagi manusia seperti kita. Tentu saja, rizki itu tidak hanya berupa materi namun juga ilmu, hidayah, kebahagiaan, orang-orang yang saya dengan kita, makanan, mempunyai sahabat-sahabat baru, bertemu dengan orang yang baik dan yang bisa mengajak kita ke arah yang lebih baik dsb. Karena itu, marilah kita berusaha untuk ikhlas menerima semua ketentuanNya tanpa melupakan bahwa Allah ingin kita berusaha dengan doa dan ikhtiyar kita.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk badan dan rupamu tetapi melihat niat dan keikhlasan didalam hatimu.”

Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, “Melakukan zuhud dalam kehidupan dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan bukan pula dengan memboroskan kekayaan. Zuhud terhadap kehidupan dunia itu ialah tidak menganggap apa yang ada pada dirimu lebih pasti daripada apa yang ada pada Allah. Dan hendaknya engkau bergembira memperoleh pahala musibah yang sedang menimpamu walaupun musibah itu akan tetap menimpamu.” (HR. Ahmad)

Seperti halnya ketika kita sakit, kadang ada reaksi dari kita yang mengeluh karena sakit baik itu dari tidak nyamannya sakit atau dari segi biaya untuk pengobatan. Ketika kita merasa tidak nyaman saat sakit kita tahu betapa nikmatnya sehat dan ketika kita diberi sakit, kita bisa introspeksi diri dan belajar positive thinking dengan Allah. bisa saja dengan sakit itu Allah menghapus dosa kita.

Saya rasa, diantara kita tidak ada yang ingin sakit. Namun, ketika kita diposisi itu semoga kita bisa mengambil sisi positifnya. Dengan berobat, artinya kita silaturahmi dengan dokter dan bisa kenal dengan pasien lain. Dengan silaturahmi terebut, kita bisa lebih bersyukur bila ujian sakit yang kita derita masih lebih ringan daripada yang dialami orang lain. Kalau seandainya ujian sakit kita lebih berat daripada oranglain itu berarti kita lebih kuat daripada mereka dan itu berarti kita dipilih Allah untuk mengingatkan orang lain agar lebih bersyukur. Apapun keadaan kita, baik itu kita sakit berat, sakit ringan atau sehat semoga kita termasuk hamba Allah yang selalu belajar untuk lebih bersyukur dan lebih ikhlas. Semua pasti ada hikmahnya dan Allah menciptakan dan merencanakan sesuatu tidaklah sia-sia.

”…… Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;” (Thaahaa 52)

Ketika kita pernah mengeluh tentang biaya pengobatan untuk dokter, alangkah lebih baik bila keluhan itu diganti dengan doa. Bila kita harus bayar dokter yah itu berarti rizki dokter tersebut dari Allah hanya saja melalui kita meskipun uang yang kita bayarkan berasal dari salary kita yang datangnya juga dari Allah. Kalau seandainya salary kita 2 trus kita berobat habis 0.5 berarti rizki kita dalam bulan itu dari salary kita 1,5. Masih mending 1,5 coba kalau malah minus?. Kalau seandainya iya dan kita ditolong oleh orang lain atau mungkin pernah dicaci oleh orang lain. itu berarti Allah sedang menunjukkan mana yang bisa jadi saudara dan mana sikap seseorang yang lebih baik untuk tidak ditiru.

……………………… Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (Al Hajj 34). (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka. (Al Hajj 35)

Rasulullah Saw pernah bersabda “Barangsiapa yang tetap bersabar, Allah akan membuatnya sabar. Tak ada karunia yang lebih baik daripada kesabaran.” (HR Bukhari)

Ada sebuah cerita mengenai dua orang teman lama yang sama-sama kos disebuah kota. Anggap saja namanya Nurseto dan Reysha. Pada suatu hari, Nurseto meminjam uang 2000 untuk menghubungi keluarganya untuk meminta kiriman dan rencananya Nurseto akan mengembalikan 2000 tersebut keesokan harinya. Namun Reysha tidak memberikan pinjaman padahal Reysha masih cukup memiliki simpanan tidak hanya didompetnya namun juga di atm yang berjuta-juta. Memang itu hak Reysha memberikan pinjaman atau tidak, namun dengan reaksi tersebut, Nurseto berusaha untuk sabar dan ikhlas. Dari kejadian tersebut Nurseto mengerti akan banyak hal, terlebih ketika ada orang lain yang baru dikenalnya mau membantunya. Subhanallah, pertolongan Allah memang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi pertolongan dari tempat yang tak terduga, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya akan di cukupi segala kebutuhannya (QS Ath-Thalaq: 2-3)

Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. (Ath Thuur 48)

Kadang kita menemui orang yang membantu pembangunan panti asuhan atau menyumbang korban bencana dengan berat hati. Mungkin dia bisa menipu orang lain untuk mencari nama baik, namun dia TAK KAN PERNAH BISA MENIPU ALLAH. Ikhlas itu dari hati dan bukan ucapan, dan hanya Allah yang lebih mengetahui isi hati tiap-tiap hambaNya.

”……………………………. Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?” (Al ‘Ankabuut : 10)

…………….. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (An Nisaa’ 36)

Bila seseorang memiliki pohon durian yang rencananya durian-durian tersebut akan di shodaqohkan pada teman, kerabat dan tetangganya. Namun, dua heri sebelum panen durian-durian tersebut diambil oleh pencuri. Kebanyakan orang-orang bila mereka berada diposisi yang sama akan marah-marah, mencaci sembari melaporkan ke polisi. Namun bagi mereka yang ikhlas mereka akan menyikapinya dengan mendoakan maling agar diberikan hidayah oleh Allah meski melaporkan kejadian tersebut pada polisi atau tidak. Mereka yang ikhlas akan berpikir bahwa hilangnya durian yang diambil pencuri merupakan shodaqoh meski dia shodaqoh pada orang yang belum direncanakan sebelumnya. Mereka yang ikhlas akan berusaha berpikir positif bahwa semua itu sudah kehendak Allah dan menjadi pelajaran bahwa lain kali harus lebih hati-hati. Mungkin saja ujian tersebut untuk meningkatkan derajatnya dimata Allah, mungkin durian tersebut sudah menjadi rizki orang yang mencuri meski caranya kurang tepat., mungkin orang yang mencuri lebih membutuhkan durian tersebut daripada orang-orang yang akan dia shodaqohi entah itu untuk dijual kembali atau dimakan sendiri.

Ketika dia shodaqoh pada teman, kerabat dan tetangganya maka dia perlu waktu untuk memanjat dan mengantarnya, namun ketika durian-durian tersebut diambil oleh pencuri, hatinya bersyukur karena ia yakin Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dan diberikan hikmah seperti SEMUA ADALAH MILIK ALLAH, hatinya juga berdoa agar tak jauh dengan Allah dan selalu muhasabah diri siapa tahu kejadian itu merupakan peringatan Allah akan kesalahan-kesalahannya. Mereka yang ikhlas tak heran bila memiliki pemikiran “Alhamdulilah, aku diberikan petunjuk untuk shodaqoh pada orang yang lebih membutuhkan. Siapa tahu pencurinya terpaksa mengambil itu dan digunakan untuk kebaikan. Alhamdulilah aku tak perlu memanjat dan mengantar durian-durian tersebut karena yang dishodaqohi mengambil sendiri. Sungguh, Allah lebih mengetahui daripada aku.”

‘Maha suci Engkau , tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. (Al-Baqarah: 32)

Marilah kita sama-sama berusaha untuk ikhlas dan memaafkan mereka yang telah menganiaya kita meski mereka belum menyadari atau tidak minta maaf. Mungkin, bila kita belum mau berpikir kita akan bersikap hal yang sama seperti mereka.

“Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa.” (An Nisaa’ 149)

Untuk menjadi seorang dermawan yang dicintai Allah tidak harus menunggu kita menjadi jutawan atau milyarder terlebih dulu. Misalnya, ketika kita punya rizki dalam sehari 10.000 kita bisa shodaqoh 3000 dan ketika kita punya rizki dalam sehari 5000 kita bisa shodaqoh 2000. Bila dalam keadaan sempit kita gemar shodaqoh, Insya Allah ketika rizki kita lapang, kita tidak akan berat hati untuk shodaqoh dengan nominal yang bisa dibilang lebih. Semoga kita selalu ingat, berapapun rizki yang kita dapat, datangnya dari Allah dan semoga kita dibuka kan hati untuk lebih ikhlas dan bersabar dalam menjalani hidup ini.

Suatu ketika Nabi Muhammad Saw didatangi iblis.

Rasulullah berkata ; “Hai iblis berapa banyakkah musuhmu dari umatku?”

Iblis menjawab, “lima belas,”
1. Engkau sendiri Muhammad
2. Pemimpin yang adil
3. Orang kaya yang merendah diri
4. Pedagang yang jujur
5. Orang alim yang mengerjakan sholat dengan khusyuk
6. Orang mukmin yang ahli nasehat
7. Orang mukmin yang kasih sayang
8. Orang yang tetap bertaubat
9. Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram
10. Orang mukmin yang selalu bersuci
11. Orang mukmin yang banyak sedekah
12. Orang mukmin yang bagus akhlaknya
13. Orang mukmin yang manfaat kepada orang
14. Orang yang hafal Al Qur’an serta selalu membacanya
15. Orang yang berdiri mengerjakan shalat di waktu malam sedang orang-orang tidur

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. (Al Fajr 27 -30)

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al Baqarah 286)

Semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya berbuat dan berbicara salah. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan mengutip apa yang dikatakan oleh Nabi Allah Syu’aib a.s., sebagaimana yang tercantum di dalam Al-Qur’an:

“……….. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nyalah aku kembali”. (Huud: 88)

Wallahu a’lam bishshawwab
Wassalamualaikum wr wb

sumber:
dicopy dari :http://cheya.blogspot.com/2008/04/mendinginkan-hati-dengan-ikhlas.html

4 Tanggapan ke “-Mendinginkan Hati Dengan Ikhlas –”

  1. cheya berkata

    makasih ya.. salam kenal… tuker link yukzz??

    • rajuraz berkata

      boleh silakan aja

  2. yup… betul,, ikhlas kuncinya. ikhlas is the key…

    seperti dlm syair lagunya thufail alghifari “karena kutahu rizkiku tak kan pernah diambil orang lain, makanya hatiku tenang…”

    salam,,,

    • rajuraz berkata

      subhanallah, syukron yach atas infonya.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>